Get Adobe Flash player

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) – Farmers in Lampung province is still waiting for confirmation of community forest management permit, agreed immediately wrote to the Minister of Forestry to question the Community Forest Utilization License for 35 years.

The agreement is the result of Deliberation Farmers Community Forest (HKm) in Lampung, NGOs facilitated WATALA, in Bandarlampung on Thursday afternoon.

Executive Director WATALA, Suhendri, explains, agreement to write to the Minister of Forestry is to ask certainty backup HKm Lampung area incorporating the proposal of data, verification report which states the center deserve HKm license in 2011, maps HKm, and support signed by the management group.

The letter and its data will be delivered directly to the Minister of Forestry, he said.

Baca Selengkapnya »

Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Watala Lampung menargetkan 1,5 juta hektare hutan dilindung dikelola warga menjadi Hutan Kemasyarakatan  dalam pola “Community Base Forest Management” (CBFM).

“Lampung menjadi pioner pengelolaan hutan kemasyarakatan, sampai saat ini sudah ada 42 ribu hektare lahan kawasan yang telah mendapat izin dari pemerintah untuk dikelola oleh masyarakat,” kata Direktur Watala Hendri, di Bandarlampung, Sabtu.

Sejak 2007, sudah ada empat kabupaten yang Baca Selengkapnya »


ANGKUT SAMPAH. Sejumlah petugas kebersihan di Pasar Pasirgintung memungut sampah
 menggunakan kendaraan Dinas Kebersihan Kota Bandar Lampung, Minggu (5-2).

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Dinas Kebersihan dan Pertamanan Bandar Lampung membuka diri atas keluhan warga mengenai tarif retribusi sampah yang naik hingga 100%. Beberapa warga menilai Perda Retribusi Sampah tidak berbeda dengan IMB, karena dihitung berdasarkan luas bangunan, bukan volume sampah.

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Bandar Lampung Budiman, Jumat (3-2), mengatakan surat keberatan dari warga akan menjadi dasar peninjauan ulang penetapan tarif retribusi sampah.

“Silakan warga mengajukan keberatan, setelah itu tentunya akan kami evaluasi lagi. Namun, sejauh ini kita ikuti saja peraturan daerah (perda) yang ada. Kemudian, baru bisa kita tinjau ulang,” kata dia.

Menurut dia, tarif retribusi sampah diatur dalam Baca Selengkapnya »

LINGKUNGAN : 12 Korporasi Masuk Daftar Hitam

JAKARTA (Lampost): Sedikitnya 12 perusahaan perkebunan masuk dalam daftar hitam di Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sebagai pelaku perusakan hutan di Riau.
Kemenhut berjanji menindak tegas 12 perusahaan yang diduga asal negeri jiran Malaysia itu karena terindikasi menghancurkan hutan alam di Riau.
“Kami menginventarisasi ada sebanyak 12 perusahaan yang masuk dalam daftar hitam. Sebanyak 12 perusahaan itu akan kami tindak tegas,” kata Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (PHKA) Kemenhut Darori di Pekanbaru kemarin.
Darori menjelaskan ke-12 perusahaan itu adalah Baca Selengkapnya »

PENERIMAAN ANGGOTA BARU (PAB) 2012

WATALA LAMPUNG

Watala terbentuk pada tanggal 15 Oktober 1978 di Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Tanggal Tahun 1988 Mandiri menjadi Lembaga Swadaya Masyarakat dan tanggal 07 Oktober 1992 berbadan hukum dalam bentuk yayasan dan pada tanggal 17 Maret 2003 Watala berbadan hukum perkumpulan dengan akte notaris Nomor 18 tahun 2003. Baca Selengkapnya »

PENANAMAN POHON TELUK KILUAN, TANGGAMUS. PROPINSI LAMPUNG

Perubahan iklim saat ini menjadi perhatian berbagai pihak. Dampak perubahan iklim sangat dirasakan oleh masyarakat, salah satu cara mengurangi dampak perubahan iklim adalah menanam pohon baik di hutan, pesisir maupun lahan-lahan kritis.

Sehubungan dengan hal tersebut maka WATALA mengadakan penanaman pohon. Adapun pohon yang ditanam berjumlah 7.500 bibit pohon dengan jenis bibit Pohon Pete, Pohon Durian dan Pohon Cempaka. Kegiatan ini melibatkan anggota pecinta alam di Lampung. Adapun kegiatan dilaksanakan pada Hari Jum’at sampai dengan hari Jum’at, tanggal 16 – 18 Desember 2011. Acara dimulai pada pukul 09.00 wib bertempat di Teluk Kiluan, Pekon Negeri Kelumbayan, Kec. Kelumbayan Kabupaten Tanggamus Propinsi Lampung. Baca Selengkapnya »

Pesawaran Dorong Petani Tanam Padi Organik

PESAWARAN (Lampost.com): Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, mendorong petani menanam padi organik guna menunjang peningkatan produksi di daerah itu.
“Mengoptimalkan penanaman padi organik akan meningkatkan produksi dan juga akan meningkatkan kesejahteraan petani karena pendapatannya akan mengalami peningkatan,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesawaran, Lukmansyah didampingi Kabid Sumberdaya Distannak Pesawaran, Nuroniyah, di Pesawaran, Senin (19-12).

Menurut dia, saat musim kering tanaman itu dapat lebih menguntungkan dibudidayakan karena tidak terlalu membutuhkan air yang banyak sehingga dapat mengantisipasi kekeringan.
Selain dapat menghadapi musim kemarau, ia menambahkan, penggunaan metode padi organik atau metode System of Rice Intensification (SRI) dapat meningkatkan produksi serta pendapatan petani di daerah itu.
Apalagi, ia melanjutkan, harga komoditas padi organik dibandingkan dengan padi biasa jauh berbeda dan relatif lebih mahal.
“Tidak hanya pada musim tanam gadu (kering), musim penghujan juga Baca Selengkapnya »

KONSERVASI : Puluhan Burung Langka Gagal Diselundupkan

BURUNG SELUNDUPAN. Burung kakaktua raja bersama 30 satwa dilindungi disita Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung, Senin (12-12). Burung dilindungi tersebut disita di Pelabuhan Bakauheni, Minggu (11-12) malam,sekitar pukul 23.15.

Penyidik PNS BKSDA Lampung Hariyanto menjelaskan penangkapan tersebut berawal dari informasi Forum Anti-Perdagangan Satwa Jakarta.

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) itu menginformasikan ada pengangkutan puluhan satwa liar dari Jakarta tujuan Medan menggunakan bus PO Kurnia jurusan Jakarta—Aceh. “Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni untuk mencegat di pintu keluar pelabuhan,” kata Hariyanto, Senin (12-12).

Bus yang dinanti petugas gabungan BKSDA dan KSKP Pelabuhan Bakauheni datang sekitar pukul 23.15, kemudian petugas memeriksa bus. Menurut Hariyanto, dari pemeriksaan tersebut didapatkan burung-burung yang dilindungi, yakni 2 cendrawasih, 2 krakatau raja, 4 krakatau jambul, 2 nuri merak kepala hitam, 10 ekor bayan, dan 9 ekor merak anakan.

Selain itu, turut dibawa beberapa satwa yang berstatus bukan dilindungi, seperti 10 ekor kasturi, 4 dara laut, dan 2 kakaktua alba. Puluhan satwa dilindungi itu dibawa Saslani (36) yang berprofesi sebagai penyalur satwa liar di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, yang kini berstatus tersangka.

Dalam perjalanan menuju Medan tersebut, Salsani didampingi dua rekannya, yakni Suhairul dan Kholidy yang berstatus saksi. Keduanya hanya menemani tersangka menuju Medan. Dari pengakuan Salsani, puluhan satwa liar itu akan dibawa menuju Medan dan dijual ke luar negeri melalui jalur laut.

Salsani ditahan di kantor BKSDA Lampung. Dia dijerat Pasal 21 (2) huruf a junto Pasal 40 (2) UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp100 juta.

LINGKUNGAN HIDUP : LSM Tolak Alih Fungsi Rawa Pacing

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Aktivis lingkungan dari berbagai lembaga swadaya masyarakat menolak rencana alih fungsi Rawa Pacing, Tulangbawang, menjadi perkebunan kelapa sawit.

Penolakan yang disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap bersama itu ditandatangani perwakilan dari Walhi, Watala, Mitra Bentala, Kawan Tani, Aliansi untuk Reforma Agraria (Agra), Lampung Ikhlas, AJI Bandar Lampung, Jaringan Kerakyatan Lampung, WWF, Himpunan Mahasiswa Jurusan Biologi (Himbio) Unila, dan penggiat lingkungan Anshori Djausal. Penandatangan pernyataan penolakan tersebut dilakukan dalam pertemuan di Sekretariat Walhi, akhir pekan lalu.

Direktur Walhi Lampung Hendrawan mengatakan Baca Selengkapnya »

Kerusakan Rawa Pacing Ganggu Spesies Dilindungi

BANDAR LAMPUNG (Lampost): Kondisi Rawa Pacing di Kecamatan Menggala, Tulangbawang, rusak. Beberapa burung langka dan dilindungi menghilang dari rawa itu. Bahkan, ada rencana untuk mengubah rawa menjadi perkebunan kelapa sawit. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung mencoba menggali kondisi kerusakan dan langkah penyelamatan Rawa Pacing dalam diskusi yang akan digelar, Jumat (21-10). Diskusi bertema Kondisi Rawa Pacing yang akan dikonservasi menjadi lahan perkebunan sawit seluas 600 ha ini akan digelar di Kantor Walhi.

Direktur Walhi Hendrawan, Kamis (20-10), mengatakan kondisi Rawa Pacing sudah berubah. Satwa yang sebelumnya tinggal di rawa pergi akibat kerusakan habitat dan pembakaran hutan. Selain kerusakan habitat, kata dia, Rawa Pacing yang sebagaian berstatus tanah marga sudah diperjualbelikan oknum kepada pengusaha. “Yang disayangkan Baca Selengkapnya »